Rabu, 30 November 2011

LALAT BUAH CABE

Busuk buah pada cabe,merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya cabe.
Busuk buah sebenarnya dapat dibedakan  menjadi dua jenis,pertama diakibatkan oleh LALAT BUAH (disebabkan oleh hama Bactrocera dorsalis) sedangkan yang lainnya diakibatkan oleh Jamur/Cendawan Colletotricum sp ,atau yang sering disebut PATEK/ ANTRAKNOSE. 
Karena dua jenis busuk ini,terjadi oleh dua organisme yang berbeda,kami berharap dalam pengendaliannya jangan sampai salah "tembak".  Sebagai contoh, buah  yang membusuk akibat serangan lalat buah,tetapi yang digunakan  adalah FUNGISIDA untuk mengendalikan Patek,jelas ini tidak tepat sasaran,demikain pula sebaliknya Dalam pembahasan saat ini,kami akan memfokuskan BUSUK BUAH yang diakibatkan oleh hama Bactrocera dorsalis,sedangkan pembahasan tentang BUSUK BUAH  sebagai AKIBAT dari SERANGAN JAMUR, kami tulis dalam blog khusus, cabepatek.blogspot.com.

Buah cabe yang terserang hama ini dicirikan dengan adanya  LUBANG,berupa TITIK,berwarna coklat agak kehitama,terutama pada pangkal buah atau bahkan pada buahnya. Sebenarnya lubang ini digunakan oleh serangga dewasa untuk "menyuntikkan" telurnya masuk kedalam buah.
Telur menetas dan menjadi larva yang menggerek dan memakan daging buah dari dalam. Tentunya setelah buah sudah keropos dari dalam,sangat mudah terserang "infeksi" yang menyebabkan  BUAH MENJADI BUSUK juga.Selanjutnya buah biasanya rontok.

Tingkat serangan Lalat Buah,sangat berhubungan dengan cuaca dan tingginya kadar air pada buah.  Pada curah hujan yang tinggi,seperti sekarang  ini,sangat menunjang pada meningkat nya serangan.  Selain itu, air hujan akan mengikat NITROGEN dari ALAM,sehingga makin memper LEMBEK buah cabe. Padahal buah yang demikian (kadar air tinggi dan lembek) sangat disenangi oleh hama tersebut.

Berikutnya sambil membahas Lalat buah lebih jauh,seperti biasa, kami tampilkan hasil aplikasi kami yang sedang berjalan hingga saat ini.

A.1. Bisa diperhatikan,kami betul-betul mengadakan uji aplikasi sejak awal tanam.
Kami tidak merekayasa hasil. Sebagai patokan lokasi,bisa dilihat adanya bangunan  Musholla dibelakang tanaman cabe ini
A.2. Pengamatan kedua,masih dalam lokasi yang sama.  Kami bahkan lebih senang lagi apabila gambar foto tanaman dari anda sebagai praktisi tanaman cabe,yang secara bersama-sama kita analisa dan kita tanggulagi permasalahan hama dan penyakitnya.Hal ini tentunya akan lebih "fair".
A.3.Tanaman cabe ditumpangsarikan dengan brokoli.
Justru kita harapkan nantinya terjadi   interaksi,antar petani ,dalam hal ini petani yang sedang kita tampilkan hasil aplikasinya dengan petani-petani  yang lainnya.
A.4.Kita amati tanaman brokoli terlebih dahulu,tampak daun brokoli lebar,biru, dan lentur.
A.5. Tanaman Brokoli siap panen...
A.6.Setelah brokoli dipanen secara bertahap,yang agak terganggu justru tanaman cabe. Hal ini terjadi karena makanan sebagian besar diserap oleh brokoli.
Tampak tanaman cabe selain keriting  daunnya pun  sangat jarang. Kondisi cabe  agak  memprihatinkan.
A.7.Secara bertahap kami mencoba mengatasi masalah keriting daun tersebut. Dari kondisi awal yang sudah kurang prospek ( A.6),dan saat ini setelah 12 hari kemudian, kondisi daun mulai membuka/merekah.
Disinilah sebenarnya titik permasalahannya. Pemberian pupuk NITROGEN,untuk memacu perkembangan DAUN YANG SEDANG KERITING, ternyata sangat beresiko,dan apabila kebablasan maka serangan hama lalat buah....MENUNGGU. Sebagaimana yang telah kami kemukakan diatas,ternyata LALAT BUAH lebih menyenangi buah yang TINGGI kadar airnya (lembek), hal ini diakibatkan oleh pemberian pupuk NITROGEN yang terlalu banyak.
A.10.  Tanaman menunjukkan tanda-tanda kearah lebih membaik lagi.  Penggunaan PROTEK-tan,PESNATOR dan POCAniL. Secara terus menerus ternyata kembali terbukti...efektifitasnya...
B.1. Kami mengambil dari lokasi yang sama,tetapi dari sudut yang lain.  Bisa diperhatikan sudut pengambilan gambar,dipilih dua baris dari  tanaman padi.  Cabe terlihat keriting.
B.2. Seminggu kemudian kami pantau kembali,secara berangsur mulai ada perubahan.
Tehnik yang kami gunakan adalah pemberian dengan penyemprotan PROTEK-tan 4 tutup, PESNATOR 3 tutup, POCAniL 1 sendok makan .
B.3. Kondisi makin "merekah",posisi masih dari lokasi yang sama.  Perlakuan  dari bawah,kami lakukan pengecoran melalui proses pemeraman dengan menggunakan PROTEK-tan dan PUPUK  ORGANIK 'CAS'
B.4.  Bisa anda perhatikan dengan seksama,posisi pengambilan gambar,masih dari tempat yang sama dengan B.1. diatas. Tanaman mulai pulih dari serangan hama trips dan tungau.
C.3. Bisa anda perhatikan dan bandingkan kondisi saat ini dengan kondisi awal (C.1).
Dalam pengendalian hama lalat buah kami  100 %,tidak mengunakan METIL EUGANOL (PERANGKAP BERATRAKTAN) yang dipasang menggunakan botol plastik .
Bukannya anti,tetapi kami tidak mau MENGUNDANG LALAT BUAH pada pertanaman cabe kami,JUSTRU YANG KAMI LAKUKAN ADALAH MENGKONDISIKAN AGAR LALAT BUAH TIDAK 'BETAH' DAN TIDAK MAU MAKAN CABE KAMI.
Walaupun ada beberapa petani kami yang mau menggunakan,biasanya kami menyarankan agar umpan berperangkap dipasang 5-10 meter,diluar area tanaman kita,bukannya dipasang secara diagonal di pertanaman.
Dalam hal ini kami menggunakan PESNATOR,yang berfungsi sebagai ANTIFEEDEN...(tidak mau makan dan tidak pula meletakkan telurnya,dikondisikan agar tidak" betah")
Selain itu upaya untuk menebalkan KULIT BUAH CABE kami menggunakan POCAniL.
semoga bermanfaat.

 PT. KEMBANG LANGIT

(JL. RAYA TUTUGAN ,HARUMAN,KEC LELES,KAB.GARUT,JAWA BARAT)

  Bagi anda yang berminat menjadi  
CABANG  KLINIK PERTANIAN ORGANIK ,diseluruh Indonesia
Silahkan menghubungi  Kami di 0262 245 8068 atau
ke Bpk. RUSLI  GUNAWAN no telp 0813 2321 8330-0877 2452 8795
untuk  tehnis bisa kontak ke Ir. Jauharman 0812 2293 2134-0877 2472 2904

CABANG KLINIK PERTANIAN ORGANIK kami di Daerah

Singaparna , Tasikmalaya Jawa Barat:  Bp. Ajengan Karom  0853 2335 5166
Aceh : Bp. Syafii  0852  6213 3073
Payakumbuh,Sumatera Barat : Sdr. Tommy H.  0852 6364 0072
Batam : Ir. Misbah K. Marbun 0778-7201-705 atau ke 0821 7120 3073
Bolaang Mongondow,Sulawesi Utara : Bp.Bripka  Harry C.  0852 4036 0626
Samarinda,Kalimantan Timur :  Bp.M.A. Darajat S.T.  0813 2387  7197  dan
Bp. S.W. Purnama S.E.  0813  2021 4488


Senin, 21 November 2011

MENGATASI VIRUS KUNING dan KERITING DAUN PADA CABE(beberapa langkah keliru)

Mengatasi masalah keriting daun sekaligus Virus kuning memang memerlukan ketekunan dan langkah yang tapat.  Pengamatan kami dilapangan,menunjukkan biasanya petani telah mengeluarkan biaya yang besar untuk mengendalikan masalah tersebut,tetapi hasilnya belum sesuai harapan.  Kenapa hal ini sampai terjadi? Kami menyebutnya sebagai kekeliruan dalam tehnik pengendalian, hal ini kami simpulkan bukan berdasarkan teori saja,tetapi berdasarkan pengalaman dan pengamatan kami dilapangan.  Oke... lah... untuk menghindari perdebatan yang tak berujung,kami menyebutnya sebagai KEKELIRUAN VERSI KEMBANG LANGIT saja.
Selain mengemukakan beberapa kekeliruan yang biasa dilakukan petani cabe,dalam kesempatan ini kami menampilkan hasil lanjutan aplikasi mitra kami dari SUMATERA BARAT .
Sengaja di tampilkan hasil-hasil aplikasi ,termasuk hasil dari wilayah lain,pertama agar penilaian lebih Fair,karena aplikasi dilakukan oleh mitra yang jauh disana,dan anda sendiri dapat mengkonfirmasikannya langsung kepada pelaku tersebut ,yang kedua adalah sebagai langkah pembuktian bahwa,metode dan INOVASI kami,bukan sekedar hasil teori didalam Laboratorim saja dan bukan juga secara mutlak mengikuti teori-teori yang sudah ada,tetapi pengambilan kesimpulan ini berdasarkan hasil-hasil aplikasi real di lapangan.
Dalam blog bulan lalu telah kami tampilkan bagaimana kondisi tanaman cabe dari Mitra kami di Payakumbuh, SUMBAR,yang sudah terlanjur parah terserang keriting daun dan Virus kuning.

Kondisi tanaman awal perlakuan,pengamatan dilakukan akhir september 2011.
Kondisi tanaman cukup 'merana' sudah terkena serangan keriting daun dan gejala virus kuning/gemini.

Kondisi tunas-tunas tanaman yang difoto dari dekat,kondisinya tampak memprihatinkan,terkena keriting daun dan Virus kuning/Gemini.
 
Demikian juga dengan tanaman ini,mengalami hal yang sama,bahkan menurut pemilik tanaman,bang Tommy,tingkat serangannya kurang lebih sekitar 30 persen -an.
 
Berdasarkan pengalaman kami dilapangan,beberapa hal yang telah menjadi penghambat pulihnya kembali tanaman cabe sekaligus juga merupakan langkah-langkah  kekeliruan yang telah dilakukan oleh petani selama ini, antara lain adalah:
1.  Pemberian Pupuk Kimia,terutama yang mengandung Nitrogen yang terlalu tinggi,baik secara di tabur maupun secara dicorkan.
2.  Hanya mengandalkan insektisida/atau akarisida tanpa memperhatikan,faktor pengisian/penggantian nutrisi daun yang telah diisap oleh serangga hama (trips,tungau maupun kutu kebul)
3.  Tidak memberikan makanan yang  'siap saji' dan mudah untuk diserap oleh tanaman,yaitu berupa pupuk Alami yang telah matang.
4.  Membuang/mencabuti gulma-gulma tertentu yang sebenarnya menjadi tanaman inang bagi serangga-serangga Hama tersebut.  Mengkondisikan tanaman cabe untuk tidak disenangi oleh hama dan membiarkan hama tersebut pindah ketanamana gulma,adalah merupakan langkah bijaksana dalam konsep pengendalian hama dan penyakit secara organik versi KEMBANG LANGIT.
5.  Pemberian fungisida yang kurang tepat waktu dan dosisnya ,terkadang justru bisa jadi penghambat pulihnya kondisi tanaman yang telah terkena keriting daun. Sebagai contoh,terutama pada musim kemarau diberikan fungisida yang berbahan aktif tertentu (maaf,kami tidak menyebutkannya,tetapi sebagai acuan adalah fungisida yang berwarna kuning ) .  Fungisida berbahan aktif tertentu tersebut, bisa saja sangat cocok diberikan pada musim hujan,karena bersifat "menghangatkan",tetapi apabila diberikan pada musim panas,kira-kira apa jadinya?
6.  Pemberian Insektisida tertentu yang reaksinya terlalu "keras".  Dalam hal ini,juga kami tidak mengungkapkannya jenis dan mereknya.  Saran kami ,coba diperhatikan betul reaksi setelah dilakukan penyemprotan insektisida tertentu.  Apakah daun makin mengeras atau menjadi lentur? Atau bahkan kasus ekstrimnya,apakah daun tanaman menjadi makin keriting, mengering dan seperti terbakar? Apabila terjadi hal yang demikian,berarti insektisida tersebut terlalu "keras".
7.  Mencampurkan antara insektisida kimia dengan pupuk daun , hal ini menyebabkan terjadinya reaksi asam-basa pada larutan,dan satu sama lain menyebabkan saling MENETRALISIR. 
Memang dalam pengendalian keriting daun dan virus kuning ,diperlukan langkah pengendalian hama sekaligus pemberian Nutrisi yang tepat lewat daun,tetapi disinilah kelemahan dari insektisida kimia dan pupuk daun yang berbahan dasar/mengandung bahan kimia,apabila dicampurkan maka reaksinya saling melemahkan.


Inilah kondisi terakhir pada tanggal 18 Nov 2011,proses pemulihan terus terjadi.
Buah juga cukup lebat,bahkan ada keistimewaan dari cabe Kopay ini,yaitu... buahnya panjang-panjang dan informasi yang kami terima,rasanya pun lebih pedas dibanding varietas lain.
Secara khusus kami memantau salah satu tanaman didepan gubug,yang kondisinya paling parah.
Pengambilan gambar dilakukan pada akhir September 2011.  Sebenarnya kondisi tanaman seperti ini,siap di cabut,tetapi kami ingin mencoba sampai seberapa jauh efektifitas dan daya kerja dari
PRODUK-PRODUK KEMBANG LANGIT
Masih dengan tanaman yang sama,tampak daun agak membuka (pengambilan gambar pada bulan oktober 2011)
Walaupun kita tidak berharap terlalu banyak dengan tanaman ini,tetapi saat ini,tanaman tersebut secara berangsur menunjukkan adanya perkembangan,bahkan sudah nampak ada bunga-bunga bermunculan. Yah... lumayan lah..dari pada dicabut,

Dari beberapa kekeliruan langkah dalam mengendalikan masalah diatas,kami dari PT. KEMBANG LANGIT,mencoba memberikan solusi pengendaliannya:
1.  Pemberian pupuk kimia,kita tekan agar tidak terlalu banyak tetapi kita memberikan pupuk organik yang telah matang.
2.  Aplikasi PROTEK-tan dan PESNATOR,yang bersifat menolak hama dan antifeeden sekaligus mensuplai unsur hara yang siap saji,  hal ini merupakan langkah yang tepat untuk mengantisipasi terjadinya kontradiksi antara pemberian insektisida dan pupuk daun.
3.  Dengan pemberian Pestisida Alami,kita tidak perlu lagi mencabuti gulma,yang sebenarnya justru sebagai inang alternatif dari serangga hama. Biarkan mereka nyaman ditanaman gulma tersebut,asal jangan mengganggu tanaman kita.
4.  Pada saat serangan berat,kami sarankan interval dan dosis PESTISIDA ORGANIK ini,ditingkatkan.  Dalam hal ini,kita tidak perlu khawatir akan reaksi yang terlalu keras,seperti halnya pestisida kimia. 


 PT. KEMBANG LANGIT

(JL. RAYA TUTUGAN ,HARUMAN,KEC LELES,KAB.GARUT,JAWA BARAT)

  Bagi anda yang berminat menjadi  
CABANG  KLINIK PERTANIAN ORGANIK ,diseluruh Indonesia
Silahkan menghubungi  Kami di 0262 245 8068 atau
ke Bpk. RUSLI  GUNAWAN no telp 0813 2321 8330-0877 2452 8795
untuk  tehnis bisa kontak ke Ir. Jauharman 0812 2293 2134-0877 2472 2904

CABANG KLINIK PERTANIAN ORGANIK kami di Daerah
Singaparna , Tasikmalaya Jawa Barat:  Bp. Ajengan Karom  0853 2335 5166
Aceh : Bp. Syafii  0852  6213 3073
Payakumbuh,Sumatera Barat : Sdr. Tommy H.  0852 6364 0072
Batam : Ir. Misbah K. Marbun 0778-7201-705 atau ke 0821 7120 3073
Bolaang Mongondow,Sulawesi Utara : Bp.Bripka  Harry C.  0852 4036 0626
Samarinda,Kalimantan Timur :  Bp.M.A. Darajat S.T.  0813 2387  7197  dan
Bp. S.W. Purnama S.E.  0813  2021 4488
Banyuwangi, Jatim  Bp. Ir. Idris 0852 2199 3888

Senin, 14 November 2011

PERTANIAN ORGANIK (UNTUK MENGATASI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN)

Pola pertanian yang berbasis organik,berdasarkan hasil pengamatan kami hingga saat ini,ternyata mampu bertahan  dalam kondisi penanaman transisi antara musim kemarau ke musim hujan.  Tidak mudah memang,memelihara tanaman dalam kondisi perubahan cuaca seperti saat ini.  Pertanaman cabe disekitar lokasi aplikasi kami,hampir tidak kami temukan yang kondisi tanamannya "layak".  Sebagian besar kondisinya terkena keriting daun dan layu.  Hal ini kami kemukakan bukan dengan alasan yang dibuat-buat,tetapi inilah kenyataannya.Mungkin anda juga sebagai praktisi maupun pengamat pertanian,bisa menjadikan INDIKATOR,HARGA CABE pada saat ini,yang sudah lebih dari Rp.20.000,-(untuk wilayah di Jawa Barat,di luar pulau jawa harga nya bisa lebih dari nominal tersebut). Hukum pasar berlaku dalam hal ini,antara suplay cabe yang kurang dibanding dengan permintaan yang lebih tinggi.  Selain sudah tidak santernya lagi terdengar import komoditas pertanian terutama cabe,juga tentunya suplay cabe dari berbagai daerah di pulau Jawa yang minim.  Kenapa sampai suplai Cabe minim? Kalau Anda sewaktu waktu memantau kelapangan,anda dapat melihat sendiri kondisi pertanaman cabe saat ini... PARAH...
 Konsep yang kami kemukakan,dalam hal ini adalah Pola pertanian organik,bukan saja hanya untuk pengelolaan dari "bawah"( tanah) tapi juga dari "atas"(pestisidanya).  Menurut kami,PERTANIAN ORGANIK adalah suatu KEHARUSAN,bukan lagi suatu PILIHAN.
Banyaknya kasus yang terjadi pada tanaman budi daya,baik itu masalah Hama maupun Penyakit,sebagaimana yang sering kami ungkapkan,penyebab utamanya adalah AKIBAT PERTANIAN YANG TERLALU BERBASIS KE KIMIA. 
Selanjutnya kami mencoba lagi mengemukakan hasil aplikasi kami dilapangan,untuk menunjukkan,bahwa dengan DASAR  PERTANIAN ORGANIK,perihal permasalahan hama dan penyakit tanaman dapat ditanggulangi.
Dalam aplikasi ini, kami  melakukan penanaman secara tumpang sari antara cabe dan brokoli
A.1. Pada tanggal 11 Agustus 2011 dilakukan,pindah tanam. Komoditas yang ditanam adalah Cabe Keriting dan Brokoli.
A.2. Satu minggu kemudian,kami kembali memantau kondisi tanaman.

B.1. Tanggal 13 September 2011,dari pantauan, kami puas dengan hasil yang didapat.  Pertumbuhan tanaman Brokoli dan Cabe,tumbuh dengan subur.  Dalam aplikasi ini kami bekerja sama dengan 2 orang remaja (Sdr. Mus dan adiknya Sdr. Aat,petani junior,berusia masih sangat belia,sekitar 20 tahunan). Terkadang kami memang memprioritaskan bekerja sama dengan petani-petani "pemula",karena mereka pada umumnya lebih terbuka terhadap INOVASI -INOVASI dibidang pertanian,berlainan dengan petani "SENIOR" yang lebih susah untuk menerima TEHNOLOGI ini. Petani petani senior pada umumnya sudah terkungkung oleh "ajaran-ajaran tehnologi kimia",walaupun sekarang mereka sudah merasakan efek dari "TEKHNOLOGI INSTANS "tersebut.
Tehnologi yang kami gunakan adalah,DIBAWAH,ditanah kami mengupayakan agar TANAH TETAP GEMBUR.  Prinsipnya,apabila tanah gembur,maka perakaran akan tumbuh pesat. Kegemburan tanah ini tentunya hanya akan kita dapatkan apabila yang kita gunakan adalah pupuk Organik,dengan Catatan Pupuk organik yang digunakan adalah pupuk organik yang TELAH MATANG(kalau belum matang,ibarat makan nasi yang belum matang,...akibatnya bisa SAKIT PERUT).
B.2.Perihal pengaruh pupuk kimia,terhadap timbulnya penyakit bengkak akar/akargada/Plasmodiophora brassicae, dan juga pengaruh pupuk kimia terhadap menjadi rentannya tanaman Brokoli (daun menjadi tipis dan rapuh),sehingga menjadi lebih disenangi oleh ULAT PERUSAK DAUN DAN CROP ,juga telah kami kemukakan pada BLOG KAMI yang lalu.
C.1.Pengambilan gambar selanjutnya kami lakukan pada tanggal 20 Sep 2011,tanaman berusia 40 harian (penanaman 11 Ags 11, Sesuai gambar A.1).Tampak tanaman berdaun tebal dan kebiru-biruan,hal ini menunjukkan bahwa tanaman dalam kondisi sehat. Seperti hal nya juga manusia apabila sehat,masak harus mengkonsumsi obat terus. 
Memang konsep kami dalam,pola pertanian organik ini adalah,mengupayakan agar tanaman tumbuh sehat.  Kondisi sehat,dalam istilah kami,PT. KEMBANG LANGIT,adalah apabila tanaman BLT (bukan BANTUAN LANGSUNG TEWAS,EH... TUNAI,tetapi BIRU/daun hijau ke BIRU-BIRU-an,LENTUR dan TEBAL). Keadaan BLT ini akan kita dapatkan apabila yang dikonsumsinya adalah makanan yang sehat.  Sedangkan apabila yang dikonsumsinya adalah makanan/pupuk kimia,yang terjadi biasanya kondisinya adalah KTR (KUNING/daun berwarna hijau kekuningan, TIPIS dan RAPUH). Kondisi tanaman yang KTR,jelas menunjukkan tanaman LEMAH/TIDAK SEHAT. Kalau sudah begini (tanaman tidak sehat),tentunya perlu BELI "OBAT" YANG BANYAK. Terjadilah biaya produksi dengan EKONOMI BIAYA TINGGI.  Inilah yang terjadi pada saat ini,dalam dunia pertanian kita.
C.2.Daun Brokoli yang segar kebiru-biruan.  
Memang dalam budidaya dengan dasar POLA PERTANIAN ORGANIK ini, kami belum bisa sepenuhnya meninggalkan BAHAN KIMIA,baik itu PUPUK KIMIA ataupun PESTISIDA KIMIA.  Tetapi  dengan pola  ini,kami berupaya menekan penggunaannya,agar  bisa SEMINAMAL MUNGKIN.
Ada beberapa alasan kami,KENAPA belum bisa meninggalkan BAHAN KIMIA tersebut,ALASANNYA ADALAH :
1.  Bibit tanaman yang kita gunakan,sebagian besar adalah jenis HYBRIDA. Varietas Hybrida ini,merupakan varietas yang Genjah dan berbuah Lebat,tetapi SUDAH DI SETTING DARI SONO NYA, HARUS BANYAK PUPUK KIMIA.
2. Pola pertanian yang sudah "MENDARAH DAGING" dengan DASAR PERTANIAN KIMIA,untuk mengubahnya tidak bisa sekaligus,tetapi perlu ada bentuk 'TOLERANSI' .  Dalam hal ini kami biasa masih memberi kelonggaran untuk tidak melarang petani menggunakan Bahan Kimia tetapi dengan takaran yang tidak terlalu tinggi.
3.  Dalam kasus tertentu baik itu HAMA maupun PENYAKIT, terkadang kita memerlukan unsur-unsur kimia seperti Chlor,Phosphat atau Calsium untuk mengendalikan masalah -masalah tersebut.Bahkan dalam kasus tertentu kita memerlukan "GAS" dari Nitrogen,untuk memacu tanaman yang lambat tumbuhnya/kerdil (walaupun kadar yang terukur betul/tidak over ).
4.  Sifat dan karakteristik dari hama tertentu (seperti KUTU DAUN/Aphids dan Ulat) yang tidak segera MERESPON,setelah diaplikasikan Insektisida ALAMI.  Kutu Daun,yang merupakan serangga Hama yang tidak bersayap, reaksinya tidak segera TERBANG dan PERGI,setelah aplikasi PROTEK-tan dan PESNATOR,yang bersifat REPELLEN dan ANTIFEEDEN ini. Demikian juga dengan ULAT,reaksi yang lambat(sekitar 3-4 hari),setelah aplikasi insektisida ALAMI ini,menyebabkan petani biasa nya kurang sabar menunggu hasil reaksi aplikasi.
Untuk mempercepat reaksinya,khusus untuk ulat ini, biasanya petani mencampurkan dengan Insektisida KIMIA, walau dengan dosis yang rendah,tidak lebih dari 10 %. Hasil yang realistis ,tentang hal ini,telah kami tampilkan diblog kami yang lalu.
Bahkan dalam blog yang lalu,telah kami bandingkan pula dengan yang 100 % menggunakan INSEKTISIDA KIMIA.  Hasilnya anda yang menilainya... 

 
D.1.   Kondisi tanaman cabe sempat merana,hal ini terjadi karena,waktu panen dari tanaman Brokoli,yang dilakukan tidak sekaligus,tetapi dilakukan secara bertahap.  Hal demikian menyebabkan perlakuan Pengecoran menjadi agak terhalang,karena biasanya perlakuan pengecoran dilakukan setelah tanaman brokolinya, seluruhnya telah dipanen.
E.1. Selanjutnya kami mencoba untuk memacu pertumbuhan cabe,yang sempat terganggu.
Namun demikian kami tetap mengantisipasi,terjadinya serangan hama dan penyakit.
Terutama dalam musim "peralihan" demikian kami waspadai betul agar terhindar dari PATEK dan LAYU FUSARIUM sambil terus "menggenjot" agar tanaman cabe yang berdaun kurang lebar dapat pulih kembali.  Antara memacu pertumbuhan cabe dengan menghindari tanaman dari serangan PATEK DAN LAYU FUSARIUM,memang ada kontradiksi perlakuan,terlalu di"Genjot/dipacu" tanaman bisa rentan/rapuh terkena PATEK dan LAYU.
(untuk masalah PATEK,kami membuka blog khusus,bisa disimak di cabepatek.blogspot.com)

F.1.Selanjutnya kondisi tanaman,pada tanggal 5 Nov 2011,sudah berbuah dan daun mulai tampak pulih secara bertahap. Tunas-tunas baru sudah mulai tumbuh dan berkembang .
Sungguh hal yang menyenangkan teman ,dengan hasil yang telah dicapai hingga saat ini (apalagi tentunya oleh pemiliknya,tampak dalam Foto, sdr Aat,petani belia,yang umurnya bahkan kurang dari 20 tahun).
Sampai-sampai dalam berbudidaya tanaman ini,kami bisa mengekspresikannya sebagai suatu bentuk SENI tersendiri,yaitu:
"SENI BERTANI",dimana kita bisa mengkombinasikan antara BAHAN ORGANIK dengan sedikit 'WARNA' NON ORGANIK/KIMIA. Kapan kita memberikan bahan- bahan organik (berupa pupuk maupun berupa pestisida organik) maupun kapan waktunya kita memberi variasi dengan pupuk dan pestisida kimia dengan kadar yang sangat-sangat RENDAH.
F.2. Setelah tanaman berusia sekitar 3 bulan,kondisinya mulai membaik,setelah sebelumnya sempat "rebutan" makanan dengan Brokoli (hasil tanaman awal brokoli,sangat memuaskan)

G.3. Inilah sosok petani pemula tersebut, sdr Aat,memegang PROTEK-tan dan kanan Sdr Mus yang memegang PESNATOR.  Dua sosok anak muda yang mau berinovasi dan ber"Kreasi" dengan SENI BERTANI,ala PT.KEMBANG LANGIT. 
Semoga Sukses Saudaraku,perjalanan masih panjang !!! 


 PT. KEMBANG LANGIT

(JL. RAYA TUTUGAN ,HARUMAN,KEC LELES,KAB.GARUT,JAWA BARAT)

  Bagi anda yang berminat menjadi  
CABANG  KLINIK PERTANIAN ORGANIK ,diseluruh Indonesia
Silahkan menghubungi  Kami di 0262 245 8068 atau
ke Bpk. RUSLI  GUNAWAN no telp 0813 2321 8330-0877 2452 8795
untuk  tehnis bisa kontak ke Ir. Jauharman 0812 2293 2134-0877 2472 2904

CABANG KLINIK PERTANIAN ORGANIK kami di Daerah
Singaparna , Tasikmalaya Jawa Barat:  Bp. Ajengan Karom  0853 2335 5166
Aceh : Bp. Syafii  0852  6213 3073
Payakumbuh,Sumatera Barat : Sdr. Tommy H.  0852 6364 0072
Batam : Ir. Misbah K. Marbun 0778-7201-705 atau ke 0821 7120 3073
Bolaang Mongondow,Sulawesi Utara : Bp.Bripka  Harry C.  0852 4036 0626
Samarinda,Kalimantan Timur :  Bp.M.A. Darajat S.T.  0813 2387  7197  dan
Bp. S.W. Purnama S.E.  0813  2021 4488
Banyuwangi, Jatim  Bp. Ir. Idris 0852 2199 3888

Kamis, 10 November 2011

MENGENDALIKAN LAYU FUSARIUM PADA TOMAT,CABE dan KENTANG

Penyakit layu pada tanaman yang paling sering terjadi adalah akibat serangan jamur atau akibat bakteri.  Hanya pada umumnya petani kita suka salah kaprah dalam menganalisa dan pemberian langkah pengendaliannya.  Menurut hasil pengamatan kami dilapangan yang paling sering terjadi adalah akibat serangan jamur/cendawan Fusarium sp.
Gejala awal penyakit layu Fusarium tomat berupa pucatnya tulang daun, terutama daun sebelah atas, kemudian diikuti dengan merunduknya tangkai, dan akhirnya tanaman menjadi layu secara keseluruhan. Seringkali kelayuan didahului dengan menguningnya daun, terutama daun bagian bawah. Kelayuan dapat terjadi sepihak. Pada batang kadang terbentuk akar adventif. Pada tanaman yang masih muda dapat menyebabkan matinya tanaman secara mendadak karena pada pangkal batang terjadi kerusakan (Semangun, 2002).
Cara paling mudah dan sederhana untuk membedakan antara kedua mikroorganisme penyebab layu,yaitu dengan cara memotong secara melintang batang tanaman (tomat,cabe,atau kentang).  Batang tanaman yang layu,apabila dipotong melintang terdapat warna coklat kehitaman ,maka dugaan besar,tanaman terserang oleh cendawan/jamur Fusarium sp.  Untuk lebih meyakinkan lagi,rendamlah batang tanaman tersebut,pada botol plastik yang diisi air,apabila dalam tempo satu malam,tidak keluar cairan seperti lendir,maka sudah bisa dipastikan bahwa tanaman terkena layu akibat,JAMUR. Namun ,Apabila dari batang tersebut keluar eksudat lendir,maka bisa dipastikan bahwa tanaman terserang BAKTERI, Pseudomonas sp.
Menurut pengamatan kami,justru kesalahan terbesar dalam praktek budidaya petani kita adalah,pemberian obat bukan pada sasarannya.  Kami ungkap diatas sebagai tindakan pengendalian yang salah kaprah,karena penyakit layu akibat jamur,tetapi diberi "obat" untuk layu bakteri.  Padahal saat ini sebagian besar petani memberikan bakterisida pada tanaman yang terkena layu.  Efek dari pemberian bakterisida ini,selain penyakit LAYU nya tetap tak terkendalikan juga pemberian bakterisida terus menerus,bisa menyebabkan musnahnya bakteri-bakteri didalam tanah,bukan saja hanya bakteri yang merugikan tetapi bakteri-bakteri yang menguntungkan,seperti bakteri pengurai ikut mati.
Banyaknya kasus LAYU tanaman yang terjadi,menggugah kita untuk,secara aktif melakukan uji coba pada berbagai tanaman hortikultura,seperti pada Tomat,Cabe dan Kentang.
A.1. Gambar diatas ini kami ambil,pada saat uji terap kami di daerah Cibuluh, Cikajang, Garut.
Dalam hal ini,uji terap yang kami lakukan adalah diantaranya uji terap perihal pengendalian Layu.
Tampak tanaman tomat ditumpangsarikan dengan Petcay,sebagai patokan kami ambil berupa,pohon besar yang terpisah sendiri.
A.2.Selanjutnya, tanaman kami pantau lagi . Hasilnya seperti nampak pada gambar diatas.
A.3.  Pada saat tanaman sudah berbuah,terlihat buah bagian atas,tampak besarnya hampir sama dengan buah bagian bawah (bisa dilihat pada foto dibawah ini). Lokasi tidak berpindah,pengambilan gambar masih tetap dalam sudut yang sama.
A.3. :Pada saat yang bersamaan kami mengambil gambar dibagian bawah,tanaman.  Tampak tanaman sehat,daun tebal kebiru-biruan.  Pada uji terap ini kami,secara khusus melakukan penelitian untuk mengendalikan penyakit Layu.
Adapun langkah- langkah yang kami lakukan adalah sbb: 
Mengacu dari beberapa hasil penelitian tentang Layu fusarium,hasilnya antara lain,
Perkembangan  F. oxysporum sangat sesuai pada tanah dengan kisaran pH 4,5-6,0. pH optimum  untuk pensporaan sekitar 5,0, pensporaan yang terjadi pada tanah dengan pH di bawah 7,0 adalah 5-20 kali lebih besar dibandingkan dengan tanah yang mempunyai pH di atas 7,0 (Sastrahidayat, 1990). Pada pH di bawah 7,0 pensporaan terjadi secara melimpah pada semua jenis tanah, tetapi tidak akan terjadi pada pH di bawah 3,6 atau di atas 8,8. Suhu optimum untuk pertumbuhan jamur   F. oxysporum adalah 20-300C, maksimum pada suhu 370C atau di bawahnya, sedangkan suhu optimum untuk pensporaan adalah 20-250C (Domsch et al., 1993). (Data diambil dari Evan Ramdan's Blog).
Keterangan diatas berdasarkan bahasa "sekolahan",kami terbiasa dengan bahasa petani saja,yaitu bahwa PADA TANAH YANG ASAM,JAMUR AKAN BERKEMBANG.  Hal ini biasa kita analogikakan (dipersamakan) dengan contoh antara lain, Nasi,Roti atau sayur yang sudah "MASAM",biasanya akan "JAMURAN".
Nah... demikian juga dengan Tanah yang Asam, tentunya akan mendukung akan tumbuhnya Jamur...
Pada praktek sehari- hari,entah sadar atau tidak,justru petani mengkondisikan agar tanahnya makin Masam.  Pemberian pupuk dasar kimia yang banyak,plus ditambah lagi pemberian pupuk susulan,makin mendukung agar tanah makin Masam.  Makanya tidak heran apabila gejala layu,justru tampak setelah pemberian PUPUK SUSULAN (pupuk kimia).  
Menyimak dari keterangan diatas,kami dari PT.KEMBANG LANGIT ,mempunyai tehnik untuk mengendalikan penyakit ini adalah:
1.  Waspadai pemberian PUPUK KIMIA,yang cenderung bersifat ASAM.
2.  Netralisir keasaman tanah dengan kapur.  Secara khusus kami biasa menggunakan PUPUK CAS (yang berfungsi "Ngecas" lagi tanah- tanah yang sudah "lowbat",akibat tidak hentinya penggunaan pupuk kimia)



3.  Pemberian secara khusus GULA PATI (GLUKOSE) yang bersumber dari tanaman. .  Dalam hal ini,kami menggunakan gula glokose dari PROTEK-tan (Proses nya secara hydrolisis pati dengan metode enzimatis). Pemberian PROTEK-tan ini kami lakukan secara di corkan.
4.  Pemberian pupuk yang mengandung unsur kadar GARAM (NaCl).

Pemberian unsur garam,terkadang bisa jadi sangat diperlukan.  Hanya saran kami pemberian "garam" harus terkontrol, sebab " garam" yang terlalu tinggi dan pemberian secara terus menerus,bisa berakibat terjadinya kerusakan tanah ,karena mikroorganisme yang ada dalam tanah tidak berkembang. Contoh mudahnya adalah,ikan yang telah digarami (ikan asin)akan bisa disimpan dalam waktu yang lama,dengan kata lain menjadi awet,karena mikroorganisme (jamur dan bakteri) pada ikan menjadi tidak berkembang,setelah pemberian garam tersebut.
Langkah-langkah pengendalian diatas bukan tanpa alasan,kami melakukannya dalam riset yang cukup panjang.  Kami mengibaratkannya dengan buah kedondong/buah mangga  muda yang sangat asam,kalau dimakan langsung  mungkin kita tidak mau,tetapi kalau kita buat MANISAN/ASINAN (kata orang bogor ) terlebih dulu,rasanya menjadi segar dan nikmat.
Sedangkan proses buah yang rasanya asam,agar menjadi segar dan enak,adalah dengan memberikan GULA,GARAM  DAN  SEDIKIT KAPUR (dan bumbu-bumbu lain tentunya) atau dengan kata lain dibuat ASINAN/MANISAN.
Hal ini kami lakukan juga pada TANAH YANG ASAM, kami berikan PUPUK CAS,  plus Gula/Glukosa dari pati tanaman (PROTEK-tan), dan pemberian kadar unsur Garam sedikit saja...Jadi deh,tanah asam menjadi "tanah manisan/asinan". Jadi tidak perlu lagi Bakterisida ,yang selain salah kaprah ,...harganya mahal ...dan  dalam jangka waktu panjang akan merusak mikroorganisme tanah.

B.1.  Uji terap ini kami lakukan di Kec. Pasirwangi, Darajat ,Kab Garut- Jawa Barat
Tanaman kentang Var. Granola usia sekitar 70 harian, daun tampak hijau kebiruan (ciri tanaman sehat)
B.2.  Pengamatan selanjutnya kami lakukan lagi ,pada saat tanaman beberapa hari menjelang panen (usia lebih dari 90 hari),tampak ditengah-tengah lokasi penanaman kentang ada "saung"/gubug jaga,yang baru dibuat,khusus mengantisipasi hilangnya kentang dari tangan- tangan usil.  
Walaupun tanaman sudah siap panen,namun kondisi tanaman tampak sehat,dan yang terpenting terhindar dari KELAYUAN.  Pemberian PROTEK-tan dan PUPUK CAS,ternyata efektif untuk  mengendalikan penyakit tersebut. 
Selanjutnya kami uji terapkan pada tanaman cabe keriting
C.1. Tanaman ini sudah berulang-ulang dipanen,dan yang kami syukuri adalah tanaman terhindar dari LAYU FUSARIUM,langkah-langkah pengendalian telah kami kemukakan diatas.
C.2. Dalam uji terap ini,sengaja kami tidak melakukan pemangkasan cabang-cabang tanaman,tetapi cabang-cabang sengaja kami pelihara.  Anggapan sementara ini,adalah apabila tanaman tidak dibuang cabangnya,maka buah pada tunas- tunas ujung dan pada cabang ,tidak akan besar. 
Dalam uji terap ini ternyata,hasilnya bisa anda lihat sendiri,buah pada cabang paling bawah sekalipun,tampak tumbuh subur,berbuah lebat dan ukuran buah tetap normal.
D.1.Tampak pada gambar,buah pada cabang paling bawah sekalipun,jumlahnya banyak,setiap tangkai kisaran 7-9 buah.  Jadi sayang kan kalau dibuang (di wiwil/jawa,disirung/sunda). Penekanan kami dalam hal ini adalah untuk mendapatkan hasil yang optimal adalah mengatur pola pupuk/makan. Jangan juga makan terlalu banyak,apalagi over pupuk kimia,bukannya berbuah lebat tetapi malahan timbul penyakit Layu.

 PT. KEMBANG LANGIT

(JL. RAYA TUTUGAN ,HARUMAN,KEC LELES,KAB.GARUT,JAWA BARAT)

  Bagi anda yang berminat menjadi  
CABANG  KLINIK PERTANIAN ORGANIK ,diseluruh Indonesia
Silahkan menghubungi  Kami di 0262 245 8068 atau
ke Bpk. RUSLI  GUNAWAN no telp 0813 2321 8330-0877 2452 8795
untuk  tehnis bisa kontak ke Ir. Jauharman 0812 2293 2134-0877 2472 2904

CABANG KLINIK PERTANIAN ORGANIK kami di Daerah
Singaparna , Tasikmalaya Jawa Barat:  Bp. Ajengan Karom  0853 2335 5166
Aceh : Bp. Syafii  0852  6213 3073
Payakumbuh,Sumatera Barat : Sdr. Tommy H.  0852 6364 0072
Batam : Ir. Misbah K. Marbun 0778-7201-705 atau ke 0821 7120 3073
Bolaang Mongondow,Sulawesi Utara : Bp.Bripka  Harry C.  0852 4036 0626
Samarinda,Kalimantan Timur :  Bp.M.A. Darajat S.T.  0813 2387  7197  dan
Bp. S.W. Purnama S.E.  0813  2021 4488
Banyuwangi, Jatim  Bp. Ir. Idris 0852 2199 3888