Jumat, 18 Maret 2011

KERITING DAUN dan VIRUS KUNING/GEMINI PADA CABE

     Daun cabe yang kriting dan mengeras,menjadi problem utama pada saat ini,pantauan kami dilapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan,dimana selain daun daun kriting,kondisinya juga bunga rontok dan tidak tumbuhnya tunas tunas baru.sebagai contoh bisa dilihat pada ilustrasi berikut ini
       Inilah yang terjadi pada saat ini, pada pertanaman Cabe di wilayah Jawa Barat pada umumnya,hal ini diakibatkan al: pengaruh cuaca yang tidak menentu,serangan hamaTrips ,Tungau ,angin yang kencang dan juga terutama perlakuan yang kurang tepat merupakan hal hal yang menyebabkan kondisi yang demikian tersebut.
     Berikut ini kami mempunyai beberapa tehnik untuk mengendalikan kriting daun cabe tersebut.
1.Hindari pemberian pupuk kimia SECARA LANGSUNG, baik melalui pengecoran atau pemberian dalam bentuk   butiran.Mungkin anda akan bertanya lho koq nyeleneh begini?Mari kita amati, apa yang terjadi pada saat musim panas/terik matahari,dan setelah kita berikan pupuk susulan melalui pengecoran ,yang terjadi adalah makin mengerasnya daun dan pertumbuhan malah terhambat dan daun malah tambah kriting .Hasil analisa kami justru pemberian pupuk kimia yang mengandung NITROGEN TINGGI.Reaksinya persis sama dengan pemberian AIR ES,terasa dingin bila dilarutkan dan dipegang dengan tangan.Kami tidak mengungkapkan dengan teori teori yang jelimet,tetapi berupaya menyederhanakannya dengan bahasa PETANI.Pendekatannya kurang lebih sebagai berikut;kita ibaratkan pada tubuh manusia.Pada saat cuaca panas yang diminum secara rutin adalah Air ES,niscaya yang terjadi adalah bibir mengeras dan pecah-pecah,contoh kasus ini kurang lebih sama dengan yang terjadi pada tanaman Cabe,DAUN MENGERAS DAN KRITING.Sebagai alternatif solusi,Kami menyarankan pemberian pupuk kimia SECARA TIDAK LANGSUNG ( Penjelasannya,tulisan di bawah...)
2.Hindari pemberian insektisida yang terlalu "KERAS" dan "PANAS". Racun jenis tersebut menyebabkan daun menjadi lebih keras dan keriting
3. Hindari pemberian fungisida yang berlebihan
Sebagai solusinya kami sarankan sebagai berikut: lakukan penyemprotan PROTEK-tan dengan dosis 3-5cc/liter,penyemprotan dengan PROTEK-tan ini disarankan untuk tidak lagi,menggunakan insektisida kimia,pupuk daun,pupuk buah,dan ZPT .  
     Berikut ini hasil uji coba kita yang di lakukan di kp.Karikil,Corenda,Desa Margamulya Kec Leles Garut
              Ini merupakan hasil penelitian/uji coba kami yang teranyar,di bulan Maret 2011,untuk menghindari Kriting daun, disaat tanaman cabe yang lain rentan terkena penyakit tersebut.
3.  Penggunaan fungisida juga hendaknya ,dosisnya dikurangi dan selektif,alasan kami demikian...
Fungisida adalah bahan aktif yang di formulasikan untuk mengendalikan Jamur/Cendawan,SEDANGKAN ADA PERIBAHASA "IBARAT JAMUR DI MUSIM HUJAN", jamur akan berkembang biak secara pesat,di musim Hujan.  Sedangkan pada saat musim kemarau,jamur memang ada tetapi pertumbuhannya tidak sepesat di musim hujan.  Dalam hal ini kami ingin mengungkapkan,bahwa Fungisida adalah bahan aktif dari kimia ,yang di"SETTING" untuk musim hujan.  Kami bukannya melarang penggunaan FUNGISIDA di musim kemarau,hanya kita harus mewaspadainya.  Dosis yang digunakan hendaknya dibawah dari dosis yang dianjurkan.  

Trips dan Tungau kami kendalikan dengan PROTEK-tan sedangkan KUTU KEBUL kami atasi dengan PESNATOR
                                                                                
               Buah lebat,dan sudah beberapa kali panen,tanaman terus meninggi,hama Kriting daun dapat ditekan.  Dalam hari  yang sama kami memantau dan membandingkan hasil,penerapan yang TIDAK menggunakan PROTEK-tan dan PESNATOR, hasilnya sebagai berikut ,foto dibawah ini...
                         TANAMAN KERITING DAN PERTUMBUHAN TUNAS TAMPAK MENGERING                         
Tanaman selain keriting juga tampak terserang Virus kuning/Gemini
       Ini tidak ada rekayasa sama sekali,ini hasil riil di lapangan,kami terjun langsung mengamatinya                  Dibulan April 2011.Kami melanjutkan pemantaun,pada tanaman cabe tersebut diatas,hasilnya
sebagai berikut,Tanaman relatif aman dari serangan Trips dan Tungau,dibandingkan dengan tanaman tatangga
                            Tampak tanaman sangat tinggi,subur dan tidak terserang Thrips dan Tungau
                                                      Tinggi tanaman lebih dari 2 meter....!!!
                                                   Berbuah lebat,dari bawah sampai keatas
Teman -teman petani yang kami hormati,ada saran dan langkah yang dapat kami berikan untuk mengatasi masalah keriting daun dan masalah Virus Kuning/Gemini tersebut. Diatas telah kami kemukakan,dampak akibat pemberian pupuk kimia yang mengandung Nitrogen Tinggi,daun menjadi Keras dan Keriting.
Dan ternyata selain mengeras dan keriting,efek lain nya adalah tanaman, menjadi RENTAN TERKENA VIRUS KUNING/KUNING.  Mungkin anda akan bertanya,Lho koq bisa?
Pendekatannya sebagai berikut: Pada saat musim kemarau memang enak dan segar minum ES,tetapi apabila dilakukan setiap hari,niscaya,kondisi melemah dan MUDAH TERKENA VIRUS INFLUENSA... Hal ini juga terjadi pada TANAMAN CABE,apabila secara terus menerus yang diberikan pupuk "ES"/PUPUK DINGIN SEPERTI ES/NITROGEN,akibatnya tanaman menjadi RENTAN /mudah terkena VIRUS KUNING/GEMINI....
Jadi semakin jelaslah teman,bahwa tehnik pengendalian secara ALAMI/Organik,MEMILIKI kelebihan dibandingkan dengan tehnik KIMIA,selain aman dikonsumsi,jelas lebih TAHAN TERHADAP SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT,BIAYA PRODUKSI LEBIH RENDAH DAN SECARA HASIL JAUH MELEBIHI PRODUKTIVITAS tehnik KIMIA.
                                                                                                                                                                                              KAMI KEMBALIKAN KEPADA ANDA LAGI SEMUANNYA,MANA YANG ANDA AKAN PILIH... ALAMI/ORGANIK ATAU KIMIA
SAMA SEKALI,  TIDAK ADA REKAYASA,DENGAN HASIL HASIL INI !!!